You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa HARGOTIRTO
Logo Desa HARGOTIRTO
HARGOTIRTO

Kec. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Konsumsi Ikan Asin Berlebihan dapat Memicu Kanker Nasofaring?

ULUL MARIYAM 20 Februari 2025 Dibaca 332 Kali

Apa itu Kanker Nasofaring

Nasofaring adalah salah satu bagian tubuh yang letaknya berada di belakang hidung dan diatas kerongkongan (faring). Area tersebut memiliki fungsi dalam proses parnafasan manusia. Kanker sendiri merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal dan ganas pada suatu area atau bagian tubuh. Oleh karena itu, kanker nasofaring didefinisikan sebagai suatu keganasan yang ditemukan pada area nasofaring.

Tanda dan gejala dari kanker nasofaring adalah adanya benjolan pada hidung atau leher, radang pada tenggorok, kesulitan bernapas atau berbicara, perdarahan dari hidung, gangguan pendengaran, nyeri telinga atau telinga berdenging, sakit kepala.

 

Penyebab kanker nasofaring?

Pada dasarnya penyebab kanker itu multifaktorial atau dapat disebabkan oleh penggabungan banyak faktor seperti gaya hidup, makanan, dan paparan zat tertentu. Peneliti juga meyakini salah satu faktor terkuat yang dapat menyebabkan kanker adalah faktor makanan.

 

Konsumsi Ikan Asin dapat Menyebabkan Kanker Nasofaring?

Penelitian yang dilakukan oleh Pangestu dkk menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam satu bulan dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring sebesar 1,65 kali. Semakin sering dan bertambah lamanya mengonsumsi ikan asin dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, terutama dikonsumsi pada masa anak-anak.

Ikan yang diasinkan adalah ikan yang dilakukan pengasinan, dikeringkan dan diasinkan , diawetkan, atau gabungan dari semuanya sehingga meningkatkan jumlah garam dalam ikan segar. Ikan segar mengandung sekitar 75-80% air dan air ini sebagian dapat digantikan dengan garam.

Hubungan antara ikan asin dan kanker adalah dari zat yang dihasilkan dari proses pengasinan dan pemanasan yaitu nitrosiamin. Nitrosiamin adalah zat berbahaya yang terbentuk dari reaksi senyawa nitrat dan nitrit. Zat ini akan mudah terbentuk pada suhu yang panas.

Penelitian yang juga telah menunjukkan bahwa pengidap kanker nasofaring di salah satu rumah sakit di Indonesia sebagian besar dari mereka rutin mengonsumsi ikan asin.

 

Sumber

https://jokli.fk.unand.ac.id/index.php/jokli/article/view/46/13

https://iccc.id/ikan-asin-dan-kanker-nasofaring

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan