You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Harga Rempah-Rempah Melonjak Karena Corona

Administrator 09 Maret 2020 Dibaca 1.278 Kali

Hargotirto | Senin, 09/03/2020

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Harga sejumlah rempah-rempah di pasaran khususnya jahe dan kunyit saat ini melambung.

Komoditas rempah tersebut ramai diburu masyarakat karena dipercaya dapat menangkal virus yang sedang menjadi ancaman yakni, virus corona tipe baru Covid-19.

Tak hanya harga meningkat, pedagang juga mengeluhkan menipisnya stok komoditas ini dari tingkat distributor.

Salah satu yang mengeluhkan kondisi ini adalah pedagang rempah-rempah di Pasar Karna Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, Suryati.

“Kalau kunyit ada juga kenaikan. Kalau biasanya Rp2.500 per kilogram, sekarang jadi Rp6.000, satu kilonya, dari petani. Jualnya Rp10 ribu per kilogram,” kata Suryati, Jumat (6/3/2020).

Sementara itu dilansir dari Antara News, harga jual jahe merah melonjak naik hingga Rp100 ribu per kilogram (kg) kg di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Pedagang jahe di pasar Senen, Haerudin Mustafa, di Jakarta, mengaku, sudah menjual rempah rempah ini dengan harga relatif tinggi karena banyaknya permintaan dari pembeli.

Ia juga mengatakan saat ini pasokan jahe di Jakarta mulai terbatas. Selain, jahe dan kunyit, komoditas rempah yang mengalami kelangkaan dan harganya meningkat adalah temulawak dan sereh.

Baca Juga : Tangkal Infodemik Corona, WHO Luncurkan Portal Indormasi Baru

Gerakan Minum Jamu


Ketua Umum Visi Indonesia Unggul (VIU) Horas Sinaga mengatakan pihaknya menjadi pihak yang mendorong gerakan minum jamu secara nasional merespons wabah virus corona baru atau Covid-19.

"Gerakan nasional minum jamu tradisional ini adalah upaya konkret menanggulangi ancaman virus corona. Implikasinya juga jelas bagi ekonomi rakyat," kata Horas Sinaga.

Sebelumnya hasil riset seorang peneliti dari Universitas Airlangga Surabaya menyimpulkan tanaman jamu seperti temulawak dan kunyit bisa meningkatkan ketahanan tubuh terhadap serangan virus termasuk corona.

Maka mengkonsumsi jamu-jamuan dinilai penting di samping juga menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengkonsumsi makan makanan bergizi yang seimbang, hingga istirahat cukup dan tidak stres.

Oleh : M.Ridlo Susanto, Antara
Editor: Ardhi Rosyadi

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,636,267,256 Rp3,678,137,930
98.86%
Belanja
Rp3,346,504,904 Rp3,649,076,910
91.71%
Pembiayaan
Rp547,336,480 Rp559,733,980
97.79%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp35,311,000 Rp35,311,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp11,522,000 Rp13,422,000
85.84%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp42,165,605 Rp46,011,605
91.64%
Dana Desa
Rp1,406,401,000 Rp1,406,401,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp166,657,250 Rp206,695,881
80.63%
Alokasi Dana Desa
Rp1,006,277,904 Rp1,006,277,904
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp495,000,000 Rp495,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp445,762,140 Rp445,762,140
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp17,256,400 Rp17,256,400
100%
Bunga Bank
Rp9,913,957 Rp6,000,000
165.23%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,761,544,551 Rp1,955,763,369
90.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,211,369,953 Rp1,243,766,784
97.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp86,430,400 Rp135,153,600
63.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp251,560,000 Rp266,686,000
94.33%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,600,000 Rp47,707,157
74.62%