You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa HARGOTIRTO
Logo Desa HARGOTIRTO
HARGOTIRTO

Kec. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

BSNP : Ujian Nasional Sulit Bikin Murid Pintar

Administrator 12 Desember 2019 Dibaca 1.360 Kali

Hargotirto | Kamis [12/12/2019]

[KBR|Warita Desa] Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewacanakan penghapusan Ujian Nasional (UN).

Wacana itu lantas didukung oleh Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Doni Koesoema. Menurut Doni, UN sulit membuat murid jadi pintar.

"Mereka ujian terlalu banyak, akhir semester, ujian sekolah/UASBN, lalu persiapan UTBK, kan terlalu capek. Nanti rezim kita itu rezim ujian, yang meminta anak selalu ujian," kata Doni kepada KBR, Kamis (5/12/2019).

"Iya kalau gampang pintar, kan nggak juga. Hasil tahun ini juga jeblok semua," kata Doni.

Doni pun mengusulkan, sebagai ganti UN, pemerintah bisa menggunakan sistem zonasi untuk mengatur penerimaan murid di jenjang sekolah dasar dan menengah.

"Kalau UN dihapus, sistem zonasi bisa menjadi salah satu syarat untuk seleksi masuk ke jenjang berikutnya. Nah, tinggal sekarang kita pikirin dari SMA ke perguruan tinggi," kata Doni.

Baca Juga : Para Dirut Garuda yang Tersandung Hukum

 

UN Hanya Mengukur Hafalan

Kritik terhadap UN juga disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno.

Menurut Totok, UN hanya mengukur kemampuan hafalan murid, tapi belum menyentuh kemampuan bernalarnya.

"Memang UN lebih pada kemampuan mengingat dan menghafal anak. Beberapa tahun terakhir kita sudah intervensi dengan soal daya nalar tingkat tinggi, namun ternyata kurang efektif, karena soal seperti itu tidak bisa dikenalkan tetapi harus mengubah budaya," kata Totok, seperti dilansir Antara, Kamis (5/12/2019).

Karena itu, Totok menilai sistem penilaian lewat UN harus diubah. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan kualitas pembelajaran, peningkatan jumlah guru, serta peningkatan kemampuan mengajar mereka.

Oleh : Heru Haetami, Adi Ahdiat
Editor: Agus Luqman

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan