You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Sejarah Desa

Tukiyo 05 Maret 2019 Dibaca 150.850 Kali

SEJARAH KALURAHAN HARGOTIRTO

Sumber: Buku Sejarah Hari Jadi Pemerintah Kalurahan Hargotirto disusun oleh : Dr. Ahmad Athoillah, MA (Departemen Sejarah FIB UGM)

Dirangkum dari Buku Sejarah Hargotirto, batas wilayah kalurahan Hargotirto masih tetap seperti sekarang. Sejarah berdirinya Kalurahan Hargotirto di mulai dengan adanya Kalurahan Pantaran. Kalurahan Pantaran merupakan inti dari wilayah yang kemudian menjadi Kalurahan Hargotirto pada tahun 1947. Dalam peta desa yang dibuat oleh Pemerintahan Residen Yogyakarta pasca dikeluarkannya Statblad tahun 1912 No. 600 dijelaskan jika Kalurahan Pantaran berada di Onderdistrik Kokap, Distrik Pengasih, dan Kabupaten Kulon Progo. Dengan itu, maka sejak awal Kalurahan Pantaran memiliki kedekatan dengan pusat Pengasih, terutama pada permasalahan sosial, politik, dan ekonomi. Kelurahan Pantaran dibatasi oleh bukit dari Plawangan sampai Gunung Gajah (Teganing I). Batas yang terkenal adalah Tanggulangsi di wilayah Keji. Tanggulangsi berarti “ Tanggul Asri “. Disebelah barat ada 7 dusun, sebelah timur ada 4 dusun  yang diberi nama  Pantaran, dan 3 dusun diberi nama Teganing I, Teganing II, dan Teganing III.

Untuk wilayah Teganing berbatasan dengan Kaloerahan Seokomojo. Sementara wilayah Pantaran dan Goenoengkoentji berbatasan dengan Kalurahan Kalibiroe. Sebagian daerah Teganing dan Tirto berbatasan dengan wilayah Keresidenan Kedu. 27 Untuk wilayah Sebatang dan Siloeman berbatasan dengan Kaloerahan Kaliboeko. Wilayah Mengoeri berbatasan dengan Kaloerahan Girisermo.

Kalurahan Pantaran awalnya dipimpin oleh seorang lurah bernama R. Somadiwangsa. Lurah tersebut disepakati sebagai Lurah Pantaran yang pertama. Setelah R. Somadiwangsa meninggal, maka posisinya digantikan oleh cariknya yang bernama R. Somakarta. R. Somakarta menjabat Lurah Pantaran sejak tahun 1936. Sosoknya dipercaya sebagai pendatang dari wilayah Pendem (Pengasih).16 Banyak warga yang memanggil nama Lurah Pantaran ini dengan sebutan ‘Den Soma’. Nama Panggilan tersebut menunjukkan bahwa Somakarta berasal dari kalangan elit sosial atau masyarakat lapisan sosial atas.

Keberadaan Kalurahan Pantaran pada masa R. Somakarta tercatat dalam berbagai arsip Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan yang ada dan kemudian menjadi embrio bagi Kalurahan Hargotirto hanyalah Kalurahan Pantaran.17 Dalam beberapa dokumen resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, identitas Kalurahan Pantaran diketahui memiliki nomor kalurahan 24.

Demikian sejarah singkat berdirinya Kalurahan Hargotirto, lebih jelasnya dapat dibaca di Buku Sejarah Hari Jadi Pemerintah Kalurahan Hargotirto disusun oleh : Dr. Ahmad Athoillah, MA (Departemen Sejarah FIB UGM) yang tersedia di Perpustakaan Tunas di Kalurahan Hargotirto.Halaman Depan Sejarah Hari Jadi Hargotirto

Adapun silsilah pemerintahan Kalurahan Hargotirto yaitu :

  1. Lurah pertama adalah R. Somodiwongso. Pada waktu pemerintahan R. Somodiwongso yang menjabat carik berasal dari Pendem Pengasih dengan nama R. Somokarto.Pada waktu itu masih zaman penjajahan Belanda.
  2. Setelah R. Somodiwongso wafat lurah selanjutnya dijabat oleh R.Somokarto. Seiring dengan itu tempat kantor kalurahan dipindah ke rumah R. Somokarto di Pantaran Segajih (sekarang tempatnya Bapak Suprantono).
  3. Setelah dijabat R. Somokarto, lurah yang berkuasa selanjutnya adalah RM.Mangkuadmojo yang kemudian dikenal dengan nama Romo Bei. Romo Bei berasal dari Yogyakarta. Pada saaat itu Indonesia masih dijajah jepang. Romo Bei menjabat lurah sampai masa kemerdekaan.
  4. Pemerintahan Romo Bei (RM.Mangkuadmojo ) kemudian digantikan oleh Bpk. Hadi Puspito. Bapak Hadi Puspito adalah anggota Polisi Pamong Praja yang diperintah oleh Bupati untuk sementara mengisi kekosongan pemerintahan sampai kekosongan terisi.
  5. Bapak Hadi Puspito kemudian digantikan oleh lurah yang telah terbentuk yaitu Bapak Tamat Wiryosumarto dari dusun Tirto. Pada masa pemilihan lurah pada saat itu telah memakai system pilihan langsung oleh masyarakat. Pada saat itu Bapak Tamat Wiryosumarto menggunakan gambar Payung sebagai lambang pemilihan lurah, dengan harapan Bapak Tamat bisa memayungi warga Hargotirto dengan aman, tentram, makmur dan sejahtera. Pemerintahan Bapak Tamat Wiryosumarto dimulai dari tanggal 22 Juli 1975 dan berakhir pada bulan Desember 1995.
  6. Pemerintahan selanjutnya yaitu dijabat oleh Bapak Supardi sampai dua masa bakti. Masa bakti periode pertama dimulai tahun 1996 sampai tahun 2004, lalu untuk masa bakti periode kedua dimulai tahun 2005 sampai tahun 2014.
  7. Pada Tahun 2014-2015 terjadi pergantian kekuasaan yang mengakibatkan kekosongan jabatan yang selanjutnya disi oleh Carik yang diangkat sebagai PJ. Kepala Desa yakni Tri Wibowo.
  8. Masa Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2021 Lurah Hargotirto dijabat oleh beliau Bapak Sabarno yang selanjutnya digantikan oleh Lurah yang sekarang menjabat Bapak Tukiyo.

 

 

APBDes 2023 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,596,718,451 Rp3,639,654,094
98.82%
Belanja
Rp3,404,760,760 Rp3,733,989,020
91.18%
Pembiayaan
Rp314,334,926 Rp314,334,926
100%

APBDes 2023 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp38,549,000 Rp39,046,361
98.73%
Hasil Aset Desa
Rp14,145,000 Rp15,172,000
93.23%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp87,390,005 Rp88,631,205
98.6%
Dana Desa
Rp1,747,108,000 Rp1,747,108,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp127,748,630 Rp167,852,573
76.11%
Alokasi Dana Desa
Rp965,817,775 Rp965,817,775
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp250,000,000 Rp250,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp337,010,520 Rp337,010,520
100%
Bunga Bank
Rp5,853,821 Rp5,999,900
97.57%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp23,095,700 Rp23,015,760
100.35%

APBDes 2023 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,679,148,952 Rp1,857,982,385
90.37%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,297,163,008 Rp1,383,185,311
93.78%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp98,366,500 Rp133,159,200
73.87%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp151,776,300 Rp161,914,300
93.74%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp178,306,000 Rp197,747,824
90.17%