You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Alat Peringatan Dini Tsunami Di Pulau Sebesi Lampung Dirusak Orang

Administrator 04 November 2019 Dibaca 1.741 Kali

[KBR|Warita Desa] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana memasang alat peringatan dini tsunami IDSL (Inexpensive Device for Sea Level Measurement) di empat lokasi. IDSL tambahan rencananya akan dipasang di Sumatera Barat, yaitu di Teluk Bungus dan Mentawai, kemudian di daerah Selatan pulau Jawa, atau di kompleks Gunung Anak Krakatau dan di Lombok.

Saat ini telah terpasang IDSL di empat lokasi, yaitu di Marina Jambu Banten, Pulau Sebesi Lampung, Pangandaran dan Pelabuhan Sadeng DIY. Juru bicara BNPB Agus Wibowo mengimbau pada seluruh pihak untuk ikut menjaga alat tersebut. Pada bulan lalu terjadi pengrusakan terhadap IDSL yang terpasang di sekitar pulau Sebesi, Lampung.

"Ya kita bikin MoU dengan Kemendagri, dengan TNI, untuk minta bantuan menjaga alat-alat tersebut, itu salah satunya, yang kita lakukan itu. Sekarang kita sedang, tadi kepala memerintahkan kita untuk membahas dengan TNI, dengan Kemendagri, untuk mengamankan peralatan tersebut," kata Agus kepada KBR, Minggu (3/10/2019).

Kata dia, September lalu, Pusat Riset Kelautan KKP dan Pusat Penelitian Promosi dan Kerjasama Badan Informasi Geospasial (BIG), telah menandatangani kerja sama terkait upaya peningkatan kemampuan jaringan pasang surut (Pasut) BIG sebagai alat peringatan dini tsunami. Data IDSL dapat diakses secara gratis di website JRC-EC dan telah dimasukkan ke sistem BMKG sebagai salah satu alat Peringatan Dini Tsunami Non-tektonik. Selain BMKG, otoritas Australia, Bureau of Meteorology (BOM) juga telah memanfaatkan sistem IDSL Indonesia.

IDSL merupakan alat peringatan dini tsunami yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Uni Eropa (JRC-EC). Peneliti Pusat Riset Kelautan KKP Semeidi Husrin mengatakan, keunggulan dari IDSL ini adalah murah, karena satu unit IDSL harganya hanya sekitar 30 juta rupiah, sudah teruji, mudah dipasang, dan cepat.

"Yang paling penting, dia itu cepat. Dari si IDSL ini, dia mengukurnya itu rapat sekali. Jadi setiap 5 detik ya, kurang dari 10 detik lah, dia itu bisa mengukur perubahan muka airnya. Dan mentransmisi datanya ke server itu kurang dari 20 detik juga," kata Semeidi saat dihubungi KBR, Minggu (3/10/2019).


Siaga Tsunami

BNPB menyebut banyak daerah di Indonesia belum siaga tsunami. Hal itu diungkapkan Kepala BNPB Doni Monardo dalam acara peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2019 di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (11/10/2019).

"Saat ini masih banyak daerah yang belum mendapatkan bantuan sensor gempa dan tsunami. Karena wilayah pantai Indonesia yang sangat panjang atau sekitar 190 ribu kilo meter, jadi tidak mungkin semua pantai mendapatkan fasilitas sensor tsunami," kata Kepala BNPB Doni Monardo seperti dilansir Antara, Jumat (11/10/2019).

29 Sensor Tsunami Tidak Berfungsi

Menurut Doni, Indonesia memiliki 29 sensor pendeteksi tsunami dan gempa. Namun, alat mitigasi bencana itu tidak berfungsi karena tidak dijaga dengan baik.

"Peralatan ini diadakan dengan harga mahal, tetapi tetap hilang dan tidak berfungsi, karena akinya, solar cell dan peralatan alat pendeteksi gempa dan tsunami tersebut hilang," kata dia.

Doni meminta agar aparat pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama menjaga alat mitigasi bencana.

"Pemerintah daerah harus menjaga alat-alat yang telah dihibahkan pemerintah pusat ke daerahnya. Seluruh elemen bangsa ini harus menjaga dan merawat alat ini. Pemerintah membiayai semua ini dari uang rakyat, jadi sudah kewajiban kita semua menjaganya," kata dia.

"Apabila ini sudah dilakukan dengan baik maka kita sudah menjadi pahlawan-pahlawan kemanusiaan, karena sudah mengurangi risiko korban bencana," tambahnya lagi.

Menurut peta yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia memiliki banyak daerah yang berpotensi dilanda tsunami, yakni:

Sepanjang Pantai Barat SumateraPantai Selatan JawaSelatan Nusa TenggaraUtara Nusa TenggaraPantai Timur ManadoKepulauan MalukuPantai Utara SulawesiBagian Barat SulawesiPulau-pulau kecil di Am

Adjie HW, [04.11.19 15:15]
bonPantai Utara Papua.

Oleh : Astri Yuanasari
Editor: Rony Sitanggang

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,636,267,256 Rp3,678,137,930
98.86%
Belanja
Rp3,346,504,904 Rp3,649,076,910
91.71%
Pembiayaan
Rp547,336,480 Rp559,733,980
97.79%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp35,311,000 Rp35,311,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp11,522,000 Rp13,422,000
85.84%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp42,165,605 Rp46,011,605
91.64%
Dana Desa
Rp1,406,401,000 Rp1,406,401,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp166,657,250 Rp206,695,881
80.63%
Alokasi Dana Desa
Rp1,006,277,904 Rp1,006,277,904
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp495,000,000 Rp495,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp445,762,140 Rp445,762,140
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp17,256,400 Rp17,256,400
100%
Bunga Bank
Rp9,913,957 Rp6,000,000
165.23%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,761,544,551 Rp1,955,763,369
90.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,211,369,953 Rp1,243,766,784
97.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp86,430,400 Rp135,153,600
63.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp251,560,000 Rp266,686,000
94.33%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,600,000 Rp47,707,157
74.62%