You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Kemenaker : Era 4.0 akan Ada Pekerjaan Hilang, Tapi Jangan Pesimis

Administrator 15 November 2019 Dibaca 1.558 Kali

[KBR|Warita Desa] Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meminta masyarakat tidak pesimistis menghadapi era industri 4.0.

"Era industri 4.0 akan ada konsekuensi pekerjaan hilang, namun kita jangan pesimis," kata Sekjen Kemenaker Khairul Anwar, seperti dilansir Antara, Kamis (14/11/2019).

Menurut Khairul, era industri 4.0 akan memunculkan tren otomatisasi pada sejumlah sektor pekerjaan. Namun, menurut dia sektor pekerjaan lain akan terus tumbuh.

"Kita harus mengantisipasi perubahan-perubahan itu sehingga memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Khairul.

Khairul menyebut pemerintah bertugas mengkaji pekerjaan-pekerjaan yang bakal hilang, serta bidang pekerjaan baru yang akan tumbuh.

Ia jmenyebut pemerintah akan menyiapkan lembaga pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pekerja.

"Ramalan" Bank Dunia dan WEF

Pernyataan Kemenaker tentang era industri 4.0 sejalan dengan "ramalan" Bank Dunia dan World Economic Forum (WEF).

Menurut prediksi Bank Dunia dalam laporan The Changing Nature of Work (2019), berbagai pekerjaan yang bersifat rutin, mudah terprediksi, memiliki prosedur baku, serta mengandalkan database bakal digantikan robot.

Bank Dunia juga menyebut, di tahun-tahun mendatang akan muncul berbagai jenis pekerjaan baru yang terkait dengan teknologi 4.0.

Berbagai pekerjaan baru itu akan membutuhkan keahlian seperti penguasaan teknologi digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, problem-solving, kolaborasi, serta kemampuan empati.

 

Baca Juga : Pemerintah Akan Hentikan Siaran Analog 2024

Hal serupa disampaikan WEF dalam laporan The Future of Jobs Report (2018).

Menurut laporan WEF, sekitar 88 persen industri di Indonesia berencana menerapkan otomatisasi dalam berbagai bidang kerjanya.

Di satu sisi, otomatisasi berpeluang membuka berbagai model bisnis dan lapangan kerja baru. Tapi di sisi lain, hal itu juga berpotensi meminggirkan pekerja-pekerja berkeahlian rendah.

Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut, WEF menganjurkan negara-negara dan perusahaan supaya berinvestasi serius dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut laporan WEF, sekurang-kurangnya mulai tahun 2022, industri di Indonesia akan banyak membutuhkan:

software developer;apps developer;analis data;manajer operasional;sales representatives;analis keuangan;human resources specialist;teknisi dan insinyur bidang robotika.

Oleh : Adi Ahdiat
Editor: Sindu Dharmawan

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,636,267,256 Rp3,678,137,930
98.86%
Belanja
Rp3,346,504,904 Rp3,649,076,910
91.71%
Pembiayaan
Rp547,336,480 Rp559,733,980
97.79%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp35,311,000 Rp35,311,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp11,522,000 Rp13,422,000
85.84%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp42,165,605 Rp46,011,605
91.64%
Dana Desa
Rp1,406,401,000 Rp1,406,401,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp166,657,250 Rp206,695,881
80.63%
Alokasi Dana Desa
Rp1,006,277,904 Rp1,006,277,904
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp495,000,000 Rp495,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp445,762,140 Rp445,762,140
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp17,256,400 Rp17,256,400
100%
Bunga Bank
Rp9,913,957 Rp6,000,000
165.23%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,761,544,551 Rp1,955,763,369
90.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,211,369,953 Rp1,243,766,784
97.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp86,430,400 Rp135,153,600
63.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp251,560,000 Rp266,686,000
94.33%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,600,000 Rp47,707,157
74.62%