You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN

Kamis Pahing di Hargotirto, Ada Apa Coba Klik !?

Administrator 19 September 2019 Dibaca 375 Kali

Sistem kalender Jawa dan Bali  terdiri dari dua siklus, Mingguan dan siklus Pekan Pancawarna, satu diantaranya siklus Pancawarna yang terdiri dari lima hari pasaran paingponwagekliwonlegi/umanis yang tahunnya adalah Saka, Kamis Paing ini terjadi 35 hari (selapan) sekali.

Sekilas pengetahuan saja ya, yang admin ingin bahas disini Tradisi Kamis Paingan yang erat kaitanya dengan pemakaian pakaian khas Yogyakarta, sebagai salah satu cara melestarikan pakaian daerah gragak (khas) Yogyakarta, Mengapa Kamis pahing? Karena Kamis pahing adalah weton berdirinya Kraton Yogyakarta, yaitu semenjak perpindahannya dari Pesanggrahan Ambarketawang (di sisi barat Kota Yogyakarta) menuju lokasi Kraton Yogyakarta yang sekarang ini (alas Beringan). 

Sesuai dengan Surat Edaran dari Pemda DIY Nomor 3/SE/II/2017 tentang penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta dan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 23 Tahun 2016 tentang pakaian dinas Kepala Desa dan Perangkat Desa

Pasal 1 ayat 8 Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta yang selanjutnya disebut Pakaian Tradisional adalah pakaian dengan model tertentu dengan mengacu model yang dipakai oleh Abdi Dalem Kasultanan Ngayogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman yang digunakan oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa pada hari tertentu,

Pasal 16 Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta sebagaimana dimaksud :
a. PDH Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta untuk pria, terdiri dari :
1. baju surjan (takwa) bahan dasar lurik dengan corak yang tidak digunakan abdi dalem atau warna polos;
2. blangkon gaya Yogyakarta batik cap atau tulis ;
3. kain atau jarik batik motif Yogyakarta diwiru biasa;
4. lonthong atau sabuk bahan satin polos;
5. kamus atau epek;
6. memakai keris atau dhuwung; dan
7. memakai selop atau cenela.
b. PDH Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta untuk wanita, terdiri dari :
1. baju kebaya tangkepan dengan bahan dasar lurik atau warna polos;
2. kain atau jarik batik motif Yogyakarta diwiru biasa;
3. menggunakan gelung tekuk tanpa asesoris atau jilbab bagi muslimah; dan
4. memakai selop atau cenela.

Pemdes Hargotirto termasuk dalam peraturan didalamnya setiap Kamis Paing Kepala Desa beserta Perangkatnya juga mengenakan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta.

Artikel Diambil dari Berbagai Sumber

 

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2022 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,062,810,337 Rp3,045,165,886
100.58%
Belanja
Rp3,263,443,661 Rp3,450,134,136
94.59%
Pembiayaan
Rp414,968,250 Rp414,968,250
100%

APBDes 2022 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp27,462,600 Rp27,462,600
100%
Hasil Aset Desa
Rp17,272,000 Rp18,672,000
92.5%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp52,630,055 Rp35,736,925
147.27%
Dana Desa
Rp1,367,078,000 Rp1,367,078,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp137,467,219 Rp137,467,219
100%
Alokasi Dana Desa
Rp1,110,885,222 Rp1,110,885,222
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp341,863,920 Rp341,863,920
100%
Bunga Bank
Rp8,151,321 Rp6,000,000
135.86%

APBDes 2022 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,913,304,269 Rp2,030,268,339
94.24%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp439,944,492 Rp457,532,030
96.16%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp96,627,700 Rp130,884,800
73.83%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp249,192,200 Rp256,225,000
97.26%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp564,375,000 Rp575,223,967
98.11%