You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Imbas Wabah, Pendapatan UKM di NTB Turun Drastis

Administrator 27 Maret 2020 Dibaca 847 Kali

Hargotirto

[KBR|Warita Desa] Mataram | Pendapatan usaha kecil menengah (UKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turun drastis sejak Covid-19 mewabah.

Hal ini misalnya dirasakan Zaenab, salah satu pelaku UKM di NTB yang berjualan aneka makanan kering, tortilla, dan sambal khas Lombok.

Sebelum Covid-19 mewabah, Zaenab mengaku bisa mendapat hasil penjualan sekitar Rp18 juta-Rp25 juta per bulan. Tapi sekarang, penjualannya hanya sekitar Rp1 juta-Rp2 juta per bulan.

“(Usaha) yang jalan sepertinya pertanian saja, kalau UKM kita butuh pasar ya tidak bisa kemana-mana. Hampir 90 persen (penjualan menurun) karena yang tetap mengambil barang hanya yang dalam wilayah (NTB) saja, kalau yang ke luar daerah (NTB) memang tutup,” tutur Zaenab kepada KBR, Jumat (20/3/2020).

Menurut Zaenab, penjualannya menurun karena banyak jasa pengiriman barang dan reseller di luar NTB yang tutup, seperti di Batam, Surabaya, Kalimantan, dan Jawa Barat.

Penjualan produk UKM Zaenab ke ritel modern dan perhotelan juga melambat karena pariwisata sedang sepi.

Baca Juga : Jadi RS Darurat Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran Mulai Diaktifkan Senin Depan

Pemerintah Mesti Luncurkan Program Bantuan bagi UKM

Di tengah situasi wabah, pemerintah sudah semestinya meluncurkan program bantuan untuk UKM yang terdampak. Hal itu sudah dilakukan misalnya oleh pemerintah Korea selatan (Korsel).

Pada Kamis (19/3/2020), Presiden Korsel Moon Jae-In mengumumkan sudah menyiapkan paket bantuan keuangan senilai KRW50 triliun atau sekitar Rp64 triliun untuk UKM dan wirausaha skala kecil di negerinya.

Paket bantuan itu diberikan pemerintah Korsel dalam bentuk pinjaman berbunga rendah yakni 1,5 persen, ditambah skema pembayaran cicilan yang fleksibel.

Sedangkan di Indonesia, Presiden Jokowi memang sudah menggelar rapat-rapat terkait rencana pemberian insentif bagi UKM yang terdampak wabah Covid-19.

Namun, sampai Jumat (20/3/2020) pemerintah Indonesia belum mengumumkan kebijakan atau langkah spesifik terkait masalah ini.

Oleh : Zainudin Syafari, Adi Ahdiat
Editor: Ardhi Rosyadi

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,636,267,256 Rp3,678,137,930
98.86%
Belanja
Rp3,346,504,904 Rp3,649,076,910
91.71%
Pembiayaan
Rp547,336,480 Rp559,733,980
97.79%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp35,311,000 Rp35,311,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp11,522,000 Rp13,422,000
85.84%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp42,165,605 Rp46,011,605
91.64%
Dana Desa
Rp1,406,401,000 Rp1,406,401,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp166,657,250 Rp206,695,881
80.63%
Alokasi Dana Desa
Rp1,006,277,904 Rp1,006,277,904
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp495,000,000 Rp495,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp445,762,140 Rp445,762,140
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp17,256,400 Rp17,256,400
100%
Bunga Bank
Rp9,913,957 Rp6,000,000
165.23%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,761,544,551 Rp1,955,763,369
90.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,211,369,953 Rp1,243,766,784
97.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp86,430,400 Rp135,153,600
63.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp251,560,000 Rp266,686,000
94.33%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,600,000 Rp47,707,157
74.62%