You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Indonesia Negara Keempat Tertimpang di Dunia 

Administrator 09 Oktober 2019 Dibaca 639 Kali

[KBR|Warita Desa] Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto mengungkapkan, Indonesia menjadi negara urutan teratas yang tertimpang secara ekonomi di dunia. Indonesia menduduki peringkat keempat dunia, di bawah Thailand. Sedangkan peringkat nomor wahid ditempati Rusia, dan disusul India.

Di Indonesia, kata Bambang, terjadi ketimpangan yang sangat besar lantaran adanya konsentrasi aset nasional yang dikuasai oleh kelompok kecil terkaya. Ia mengatakan ada 10 persen orang yang justru menguasai 70 persen aset nasional. Artinya, 90 persen orang lainnya, hanya memperebutkan 30 persen aset nasional yang ada dan tersisa saja.

Baca juga: Tak Lekang oleh Zaman, Membumikan Gotong Royong Bersama Para Ibu

“Indonesia merupakan negara keempat tertimpang di dunia, yang pertama adalah Rusia, kedua India, ketiga Thailand dan keempat Indonesia. Memang bapak wakil presiden kalau dilihat dari menurunnya Gini Ratio memang benar, tapi Gini Ratio ini adalah ketimpangan yang relatif, sebetulnya kalau ketimpangan yang absolut artinya yang paling miskin dibanding dengan yang kaya ini semakin sangat timpang. Dengan kondisi bangsa yang sangat majemuk diperlukan akselerasi penurunan ketimpangan ini,” ujar Bambang, di Istana Wapres, Rabu (9/10/2019).

Lebih lanjut Bambang mengatakan, ketimpangan di Indonesia mencapai 0,39 persen, atau lebih besar dari Timur Tengah pada saat mengalami kondisi peperangan yang hanya 0,35 persen Gini absolut. Maka dari itu, kesenjangan di Indonesia dapat dilihat sangat jelas, salah satunya di Jakarta. Ia mengatakan di ibu kota ini kita dapat melihat orang terkaya sampai orang termiskin, dimana mereka berada dalam satu kawasan yang sama.

Tapi, kata Bambang, bukan berarti di negara-negara maju seperti Amerika Serikat tidak mengalami ketimpangan ekonomi juga, namun ketimpangan yang terjadi di Negeri Paman Sam dan Indoneaia sangat berbeda. Jika di Amerika Serikat orang miskin masih masih bisa menyewa rumah atau membeli mobil, berbeda dengan Indoneaia yang bahkan tidak dapat membeli beras.

Oleh karena itu, Bambang mengatakan Pemerintah ke depan harus menyasar kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, sanitasi, kebutuhan listrik hingga air untuk mengurangi kesenjangan. Selain itu harus ada juga pembangunan infrastruktur terarah, investasi meningkat untuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas, dan memberi jaminan sosial pada seluruh rakyat Indonesia.

 

Oleh : Dwi Reinjani 

Editor: Fadli Gaper 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,636,267,256 Rp3,678,137,930
98.86%
Belanja
Rp3,346,504,904 Rp3,649,076,910
91.71%
Pembiayaan
Rp547,336,480 Rp559,733,980
97.79%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp35,311,000 Rp35,311,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp11,522,000 Rp13,422,000
85.84%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp42,165,605 Rp46,011,605
91.64%
Dana Desa
Rp1,406,401,000 Rp1,406,401,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp166,657,250 Rp206,695,881
80.63%
Alokasi Dana Desa
Rp1,006,277,904 Rp1,006,277,904
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp495,000,000 Rp495,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp445,762,140 Rp445,762,140
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp17,256,400 Rp17,256,400
100%
Bunga Bank
Rp9,913,957 Rp6,000,000
165.23%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,761,544,551 Rp1,955,763,369
90.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,211,369,953 Rp1,243,766,784
97.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp86,430,400 Rp135,153,600
63.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp251,560,000 Rp266,686,000
94.33%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,600,000 Rp47,707,157
74.62%