You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan HARGOTIRTO
Kalurahan HARGOTIRTO

Kap. Kokap, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO HARGOTIRTO SUMRINGAH GUMREGAH BERKEMAJUAN PEMERINTAH KALURAHAN HARGOTIRTO MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Dinkes: Pengidap HIV/AIDS di Bali Bertambah 100an per Bulan

Administrator 05 Desember 2019 Dibaca 1.227 Kali

Hargotirto

[KBR|Warita Desa] Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali, kasus HIV/AIDS di Bali bertambah 100-120 orang setiap bulannya.

Namun, menurut Kepala Dinkes Bali Ketut Suarjaya, temuan itu merupakan 'puncak gunung es', yakni baru bagian kecil saja dari seluruh fenomena yang ada.

"Dari estimasi jumlah kasus yang ada secara epidemiologi ada sekitar 31 ribu (pengidap HIV/AIDS) di Bali. Dan kasus ini seperti fenomena gunung es di mana yang muncul di permukaan, yang kelihatan, baru 22.034 sehingga ada 9.000 kasus yang masih ada di bawah permukaan," kata Ketut, seperti dilansir Antara, Senin (2/12/2019).

Ketut menyebut pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan 9.000 kasus HIV/AIDS yang belum terdeteksi, semisal dengan melakukan pemeriksaan pada orang-orang yang berisiko tertular.

"Kalau seluruh kasus bisa ditemukan dan semua yang terinfeksi bisa menjalani pengobatan, maka kualitas hidup orang yang terinfeksi bisa ditingkatkan dan penularan HIV/AIDS bisa ditekan," jelasnya lagi.

Tes HIV Sukarela

Baca Juga : MENGISI HARI DISABILITAS INTERNASIONAL 2019

Kepala Dinkes Bali Ketut Suarjaya memastikan saat ini pemerintah menyediakan obat anti-retroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS. Pemerintah juga membuka layanan tes HIV sukarela hingga di tingkat puskesmas.

Ketut menganjurkan pasangan yang berisiko terinfeksi HIV/AIDS agar melakukan tes tersebut.

"HIV utamanya menular melalui kontak cairan tubuh dan penggunaan jarum suntik secara berganti-ganti," jelas Ketut.

Menurut Dinkes Bali, hampir 80 persen kasus HIV/AIDS di Bali terjadi pada warga berusia 15-59 tahun yang aktif secara seksual.

Di Bali, kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan di Kota Denpasar (8.287) disusul Kabupaten Badung (3.706), Buleleng (3.150), Gianyar (1.603), Tabanan (1.305), Jembrana (1.128), Karangasem (834), Bangli (460), dan Klungkung (446).

Oleh : Adi Ahdiat
Editor: Agus Luqman

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp3,636,267,256 Rp3,678,137,930
98.86%
Belanja
Rp3,346,504,904 Rp3,649,076,910
91.71%
Pembiayaan
Rp547,336,480 Rp559,733,980
97.79%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp35,311,000 Rp35,311,000
100%
Hasil Aset Desa
Rp11,522,000 Rp13,422,000
85.84%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp42,165,605 Rp46,011,605
91.64%
Dana Desa
Rp1,406,401,000 Rp1,406,401,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp166,657,250 Rp206,695,881
80.63%
Alokasi Dana Desa
Rp1,006,277,904 Rp1,006,277,904
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp495,000,000 Rp495,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp445,762,140 Rp445,762,140
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp17,256,400 Rp17,256,400
100%
Bunga Bank
Rp9,913,957 Rp6,000,000
165.23%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,761,544,551 Rp1,955,763,369
90.07%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,211,369,953 Rp1,243,766,784
97.4%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp86,430,400 Rp135,153,600
63.95%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp251,560,000 Rp266,686,000
94.33%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp35,600,000 Rp47,707,157
74.62%